Fokus : WASPADA! BENCANA MENGINTAI

Entah disadari ataupun tidak, dampak perubahan iklim saat ini sudah semakin terasa. Cuaca ekstrim dan fenomena La Nina atau musim kemarau basah menandai perubahan iklim saat ini. La nina sendiri merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Equator di Lautan Pasifik, La Nina tidak dapat dilihat secara fisik dan periodenya pun tidak tetap.
Perubahan cuaca yang ekstrim ini menyebabkan sejumlah wilayah di Indonesia yang seharusnya mengalami musim kemarau, namun pada kenyataanya masih dilanda hujan deras yang sulit di prediksikan. Hal ini berpengaruh pada perubahan musim di Indonesia. Bulan April hingga September yang seharusnya masuk musim kemarau namu beberapa wilayah di Indonesia masih dilanda hujan lebat. Hal ini berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Menginjak bulan ke 4 Tahun 2017, telah banyak kita dengar berbagai bencana alam melanda di negeri kita tercinta. Berdasarkan catatan dari BadanNasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2017 telah terjadi 654 bencana di seluruh Indonesia, dengan dampak yang ditimbulkan 61 jiwa meninggal dan hilang, 174 orang luka dan 584.173 jiwa menderita dan mengungsi.
Bencana alam juga telah menyebabkan 5.534 rumah rusak, dimana 1.192 rumah rusak berat, 990 rumah rusak sedang, 3.352 rumah rusak ringan, dan 87,234 rumah terendam banjir. Bencana juga menyebabkan kerusakan publik seperti 108 unit sekolah, 85 unit fasilitas peribadatan dan 12 unit fasilitas kesehatan rusak.
Di Kabupaten Temanggung sendiri hingga saat ini tercatat ada 38 kasus bencana alam. Wilayah Temanggung sangat rawan terhadap bencana tanah longsor, angin ribut, dan juga banjir. Hal ini disebabkan karena kontur tanah yang sebagaian besar merupakan dataran tinggi dan juga curah hujan yang sangat lebat.
Bencana longsor terjadi di beberapa wilayah seperti Bansari, Wonoboyo, Candiroto, Parakan, Tlogomulyo, Pringsurat, Kaloran, Gemawang, Candiroto, Kranggan dan Kledung. Banjir sering melanda daerah Parakan, Bulu dan Ngadirejo. Sedangkan angin ribut sering melanda wilayah Kecamatan Temanggung, Pringsurat, Parakan dan juga Ngadirejo.
Melihat begitu rawanya Wilayah Temanggung yang notabene daerah perbukitan, maka tidak ada salahnya kita harus senantiasa waspada. Selalu berperilaku hidup sehat dengan membuah sampah pada tempatnya, melakukan pemetaan lingkungan, penghijauan, pengaturan daerah aliran sungai yang terhindari dari erosi dan terhindar dari penyumbatan akibat penumpukan sampah dan jaga kelestarian lingkungan



re2

Rabu, 21 Juni 2017 Pendidikan
PERINGKAT UN MENINGKAT

TEMANGGUNG, Pada pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2017, peringkat...

Rabu, 21 Juni 2017 Pertanian dan Perkebunan
PANEN KENTANG GRANOLA

TEMANGGUNG, Dinas Pertanian Provinsi Jateng melakukan panen raya bibit...

Rabu, 21 Juni 2017 Perekonomian
7 PASAR TRADISIONAL BERHASIL DIBANGUN

TEMANGGUNG,Pemerintah Kabupaten Temanggung telah berhasil membangun 7 pasar...

Rabu, 21 Juni 2017 Pemerintahan
PENGUKUHAN PENGURUS WARTAWAN

TEMANGGUNG, Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Temanggung periode 2017-2020 belum...

Rabu, 21 Juni 2017 Pemerintahan
JELANG IDUL FITRI PEREDARAN MAKANAN DIPANTAU

TEMANGGUNG, Guna memastikan manakan dan minuman yang beraedar...